Harumkan Indonesia di Thailand, Murid MAN 2 Kudus Sabet Silver Medal ASEAN Science Project Competition 2026
Kudus – MAN 2 Kudus kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Murid kelas XII-3, Naira Zafira Ramadhani, berhasil meraih Silver Medal pada ajang ASEAN Science Project Competition (ASPC) 2026 yang diselenggarakan di Thailand pada 7–11 Juli 2026.
ASPC merupakan kompetisi penelitian tingkat Asia Tenggara yang diikuti oleh peserta jenjang junior dan senior high school dari tujuh negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Laos, Vietnam, Filipina, dan Thailand. Kompetisi ini diselenggarakan oleh National Science Museum Thailand bersama Ministry of Higher Education, Science, Research, and Innovation di bawah program resmi His Majesty the King of Thailand.
Dalam kompetisi tersebut, para peserta berkompetisi pada tiga bidang utama, yaitu Biological Sciences, Physical Sciences, dan Applied Sciences. Naira bersama partner penelitiannya mengangkat karya ilmiah berjudul “Green Synthesis of Gold Nanoparticles Based on Kebar Grass Extract as a Therapeutic Agent for Osteoporosis Due to Estrogen Deficiency Through Analysis of ALP Levels and Bone Histopathology”.
Penelitian ini berangkat dari tingginya angka kasus osteoporosis yang dikenal sebagai silent killer disease, terutama pada perempuan pascamenopause. Kondisi menopause menyebabkan penurunan produksi hormon estrogen akibat ovarian failure sehingga mengganggu homeostasis tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis.
Selama ini, terapi yang umum digunakan seperti Hormone Replacement Therapy (HRT) memang efektif, tetapi penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan berbagai efek samping, seperti tromboemboli, penyakit kardiovaskular, hingga kanker payudara. Berangkat dari permasalahan tersebut, Naira dan tim melakukan riset mendalam untuk mencari alternatif terapi yang lebih aman.
Mereka memilih memanfaatkan Rumput Kebar, tanaman endemik Papua Barat yang memiliki kandungan fitoestrogen tinggi dan telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman herbal oleh masyarakat setempat, untuk meningkatkan efektivitasnya, ekstrak Rumput Kebar dipadukan dengan teknologi green synthesis dalam pembuatan gold nanoparticles.
Metode green synthesis dipilih karena lebih ramah lingkungan, memiliki tingkat toksisitas yang rendah, tidak menghasilkan residu berbahaya, serta mampu meningkatkan bioavailabilitas senyawa aktif dibandingkan metode sintesis konvensional. Inovasi tersebut dinilai mampu menawarkan alternatif terapi osteoporosis yang lebih efektif, efisien, dan aman untuk penggunaan jangka panjang.
Keunikan penelitian ini menjadi salah satu daya tarik di hadapan dewan juri internasional. Selain mengangkat potensi hayati Indonesia yang belum banyak dikenal dunia, penelitian ini juga menggabungkan pemanfaatan sumber daya alam lokal dengan perkembangan teknologi biomedis modern yang saat ini menjadi perhatian para peneliti internasional.
Prestasi Silver Medal yang diraih Naira menjadi bukti bahwa hasil inovasi riset dari MAN 2 Kudus mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus membuka peluang pemanfaatan tanaman lokal sebagai solusi bagi permasalahan kesehatan global.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi murid MAN 2 Kudus untuk terus mengembangkan budaya riset, berani berinovasi, serta mengharumkan nama madrasah untuk terus maju dan mendunia.

