MAN 2 Kudus
News

Tim Dorokdok MAN 2 Kudus Raih Juara Harapan 1 Kompetisi Standar Nasional BSN 2026

Kudus — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa MAN 2 Kudus melalui Tim Dorokdok Fusion dalam ajang Kompetisi Standar Nasional (KSN) Badan Standardisasi Nasional (BSN) Tahun 2026. Tim yang terdiri dari Felicia Bellva Martiza, Adinda Jasmine Majida, Shelena Azizah Sulthanto berhasil meraih Juara Harapan 1 atau peringkat keempat tingkat nasional setelah bersaing dengan puluhan tim dari seluruh Indonesia.

Kompetisi KSN BSN merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Standardisasi Nasional untuk mengenalkan standar nasional dan internasional kepada siswa SMA/MA sederajat. Dalam kompetisi ini, peserta dituntut mampu menyusun dokumen standar setara ISO menggunakan bahasa Inggris sekaligus mempresentasikannya di hadapan dewan juri profesional.

Pada kompetisi tersebut, Tim Dorokdok Fusion mengangkat tema “AI Technology Disaster Early Warning Systems” dengan judul karya Interoperability Framework for Multi-Source Flood Monitoring Data — Requirements for Data Integration, Exchange, and Temporal Synchronization. Karya tersebut membahas sistem interoperabilitas data untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan peringatan dini banjir di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam dokumen yang disusun, tim menawarkan konsep integrasi berbagai sumber data seperti data BMKG, kamera ETLE Polri, kamera pemantau lalu lintas milik dinas perhubungan, hingga kamera masyarakat untuk membangun sistem peringatan dini banjir yang lebih efektif dan terintegrasi.

Berdasarkan hasil penilaian tahap pertama, Tim Dorokdok berhasil masuk 10 besar nasional dengan menempati posisi kelima dari total 64 tim dan memperoleh skor 83,62. Penilaian tahap awal difokuskan pada kualitas dokumen standar yang disusun peserta sebelum melanjutkan ke tahap presentasi daring di hadapan dewan juri BSN.

Orang tua murid dari Belva, Ira mengaku bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, perjuangan tim tidak mudah karena harus membagi waktu antara persiapan lomba dengan ujian madrasah dan tugas sekolah lainnya. Mereka juga terus memberikan dukungan mulai dari penyusunan dokumen, latihan presentasi, hingga simulasi presentasi.

Keberhasilan tim juga tidak lepas dari dukungan pihak madrasah. Tim Dorokdok Fusion mendapat pendampingan intensif dari pembimbing, Pak Mas Bukori, yang membantu memfasilitasi kebutuhan tim sekaligus mengawal proses persiapan lomba di tengah padatnya aktivitas akademik siswa kelas IAC.

Meski belum berhasil mewakili Indonesia ke tingkat internasional di Korea Selatan, capaian ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi murid untuk terus meningkatkan kemampuan riset, penulisan dokumen standar, dan komunikasi bahasa Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *