MAN 2 Kudus Laksanakan Benchmarking Tata Kelola Administrasi dan Manajemen Sampah di Yogyakarta
Kudus – MAN 2 Kudus melaksanakan kegiatan benchmarking selama dua haritanggal 21 – 22 Mei 2026 dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola manajemen madrasah, khususnya pada bidang tata kelola administrasi dan pengelolaan lingkungan hidup. Kegiatan ini diwakili oleh Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MAN 2 Kudus bersama tim tenaga kependidikan
Benchmarking dilaksanakan dengan mengunjungi MAN 1 Yogyakarta untuk mempelajari tata kelola administrasi yang transparan dan akuntabel berbasis digital, serta MAN 2 Yogyakarta dan Krapyak Peduli Sampah untuk mempelajari manajemen tata kelola sampah dan budaya peduli lingkungan.
Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola madrasah melalui pembelajaran praktik baik (best practice) dari lembaga yang telah berhasil menerapkan sistem administrasi digital dan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Pada hari pertama, rombongan MAN 2 Kudus melakukan kunjungan ke MAN 1 Yogyakarta disambut oleh Edi Triyanto Kepala Madrasah , Hazwan Iskandar Ketua Komite disampiakannya tata kelola administrasi yang baik harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, akurat, dan profesional. Digitalisasi administrasi bukan hanya mempermudah pekerjaan, tetapi juga membangun budaya kerja yang tertib, efektif, dan akuntabel di lingkungan madrasah.”untuk mempelajari tata kelola manajemen administrasi madrasah. Dalam kunjungan tersebut, kami memperoleh wawasan mengenai sistem administrasi berbasis digital, pengelolaan arsip elektronik, pelayanan akademik dan non akademik, serta penguatan budaya kerja profesional dan pelayanan prima di lingkungan madrasah. Dilanjutkan kunjungan ke Krapyak Peduli Sampah, Andhika ketua krapyak peduli sampah menyampaikan pengelolaan sampah yang berhasil dimulai dari kesadaran dan kebiasaan. Edukasi lingkungan harus dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat memiliki kepedulian untuk memilah, mengurangi, dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.” Di Krapyak Peduli Sampah, peserta mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah, pengelolaan bank sampah, pengolahan sampah organik dan anorganik, serta strategi pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan
Selanjutnya, pada hari kedua, kegiatan benchmarking dilanjutkan dengan kunjungan ke Krapyak Peduli Sampah dan MAN 2 Yogyakarta untuk mempelajari tata kelola manajemen sampah dan budaya peduli lingkungan..
Sementara itu, di MAN 2 Yogyakarta, rombongan mempelajari implementasi program madrasah peduli lingkungan, pengurangan sampah plastik, penghijauan madrasah, serta keterlibatan seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman. Program pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan budaya madrasah menjadi salah satu perhatian utama.Hartiningsih Kepala MAN 2 Yogyakarta menyampaikan:“Budaya peduli lingkungan harus menjadi bagian dari karakter warga madrasah. Pengelolaan sampah bukan hanya program sesaat, tetapi harus menjadi budaya bersama yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.”Selain itu, MAN 2 Yogyakarta juga menekankan pentingnya integrasi program lingkungan dalam kegiatan pembelajaran dan aktivitas siswa sehari-hari.
Dalam kesempatan ini Evy Shofiana yang mewakili dalam kunjungan menyampaikan bahwa penguatan tata kelola administrasi menjadi salah satu fokus pengembangan madrasah guna mendukung pelayanan pendidikan yang efektif, efisien, dan transparan. Berbagai inovasi administrasi digital yang diterapkan di MAN 1 Yogyakarta diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan sistem layanan di MAN 2 Kudus. Hasil benchmarking ini dapat menjadi referensi dan inspirasi dalam meningkatkan tata kelola administrasi serta pengelolaan lingkungan di MAN 2 Kudus. Banyak praktik baik yang sangat relevan untuk diterapkan dalam mendukung pelayanan madrasah yang profesional dan budaya madrasah yang bersih serta sehat dengan manajemen tata Kelola sampah.
Melalui kegiatan ini, Ali Musyafak Kepala MAN 2 Kudus berharap dapat mengimplementasikan berbagai inovasi dan praktik baik dalam bidang administrasi digital maupun pengelolaan lingkungan hidup. Benchmarking ini juga menjadi bagian dari komitmen MAN 2 Kudus untuk terus berkembang sebagai madrasah unggulan berbasis riset, digital, prestasi, dan ramah lingkungan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan diakhiri dengan diskusi, sharing program, serta penyerahan cinderamata sebagai bentuk penguatan kerja sama antarmadrasah dan komunitas peduli lingkungan.

