Murid MAN 2 Kudus Semarakkan HUT ke-81 RI, Tampil sebagai Paskibraka dan Penari Tari Lajur Caping Kalo di Alun-alun Kabupaten Kudus
Kudus – Sebanyak dua belas murid MAN 2 Kudus turut ambil bagian dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Mereka berkontribusi dalam dua peran berbeda, yakni sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kudus dan penampilan Tari Lajur Caping Kalo.
Lima murid MAN 2 Kudus dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Kudus. Mereka adalah Ricko Putra Prasetyo (XI-6), Wasista Khaizura (XI-2), Faiz Sofwan Arafi (XI-11), M. Fahri Akira Firdaus (XI-5), dan Irsyad Kamaluddin (XI-1). Kelimanya mengemban tugas dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih pada upacara tingkat Kabupaten Kudus.
Sejak mengikuti rangkaian seleksi hingga pelatihan, kelima murid tersebut menunjukkan kedisiplinan, ketangguhan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Berbagai tahapan latihan dijalani dengan penuh kesungguhan sebagai persiapan untuk menjalankan amanah pada momentum peringatan kemerdekaan.
Di sisi lain, lima murid MAN 2 Kudus juga turut dipercaya mewakili madrasah dalam Penampilan Massal Tari Lajur Caping Kalo. Mereka adalah Aisyah Almiraini Putri (XII-10), Putri Ahmad Adila F.A. (XII-13), Kayla Nurdina Arini (XI-10), Kartika Tri Hapsari (XI-9), dan Arina Noor Sya’bani Sidiki (XII-11).
Penampilan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi persiapan dan uji coba pencatatan rekor MURI untuk penampilan Tari Lajur Caping Kalo yang direncanakan pada puncak peringatan Hari Jadi Kota Kudus pada September mendatang.
Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas keterlibatan para murid dalam dua kegiatan tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada murid MAN 2 Kudus menunjukkan bahwa madrasah memiliki generasi muda yang mampu berkontribusi dalam berbagai bidang.
“Kami sangat bangga atas capaian dan keterlibatan murid MAN 2 Kudus dalam momentum peringatan kemerdekaan ini. Lima murid dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Kudus, sementara lima murid lainnya turut menampilkan Tari Lajur Caping Kalo. Keduanya merupakan bentuk pengabdian dan kontribusi positif generasi muda, baik dalam menumbuhkan semangat kebangsaan maupun melestarikan budaya lokal,” ujar Ali Musyafak.
Ia menambahkan, pengalaman menjadi Paskibraka dapat membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan jiwa kepemimpinan. Sementara itu, keterlibatan dalam Tari Lajur Caping Kalo menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
“Kami berharap pengalaman ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, percaya diri, serta kecintaan terhadap bangsa dan budaya dapat terus mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Keterlibatan sepuluh murid MAN 2 Kudus tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di madrasah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan karakter, kepemimpinan, seni, budaya, dan semangat kebangsaan.
Dengan penuh semangat, para murid MAN 2 Kudus telah mengambil bagian dalam momentum bersejarah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ada yang berdiri tegap mengawal Sang Merah Putih, ada pula yang melangkah dalam irama Tari Lajur Caping Kalo. Dua peran berbeda tersebut berpadu dalam satu semangat: mengharumkan nama madrasah sekaligus memberikan kontribusi bagi Kabupaten Kudus dan Indonesia.

