Peresmian ULD dan Penandatanganan MoU DWP–BP4, MAN 2 Kudus Tegaskan Komitmen Layanan Inklusif
Kudus – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus menjadi tuan rumah pelaksanaan peresmian serentak Unit Layanan Disabilitas (ULD) serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dharma Wanita Persatuan (DWP) dengan BP4 di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Mewujudkan Layanan Inklusif dan Ramah Disabilitas” dan berlangsung di Laboratorium OST Lantai 4 MAN 2 Kudus (29/4)
Acara ini dipimpin langsung oleh Bunda Inklusi Kementerian Agama RI, Helmi Halimatul Udhma Nasaruddin Umar, didampingi oleh Bunda Inklusi Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Ade Komaria Saiful Mujab. Kegiatan dihadiri oleh peserta secara luring dan daring, yang terdiri dari anggota Dharma Wanita Persatuan, perwakilan KUA, Kasi Penma, serta jajaran pengurus DWP pusat.
Dalam pembinaannya, Helmi Halimatul Udhma menegaskan pentingnya menghadirkan layanan publik yang inklusif dan berkeadilan. Ia menyampaikan bahwa pelayanan tidak boleh terbatas pada kelompok tertentu saja, melainkan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi, termasuk penyandang disabilitas.
“Layanan yang kita bangun hari ini harus menjadi ruang yang setara bagi semua. Tidak boleh ada sekat, tidak boleh ada perbedaan perlakuan. Semua berhak mendapatkan pelayanan yang adil, bermartabat, dan manusiawi,” tegasnya.
Selain itu, Helmi juga memberikan pembinaan kepada anggota Dharma Wanita Persatuan terkait peran strategis perempuan dalam membangun keharmonisan rumah tangga, sebagai fondasi penting dalam mendukung kinerja dan pengabdian di lingkungan Kementerian Agama. Setelah kegiatan pembinaan, acara dilanjutkan dengan peresmian Unit Layanan Disabilitas (ULD) MAN 2 Kudus serta peninjauan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) MAN 2 Kudus sebagai bentuk implementasi nyata layanan ramah disabilitas dan kesehatan bagi seluruh warga madrasah.
Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, selaku tuan rumah menyampaikan komitmen madrasah dalam mendukung layanan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi seluruh peserta didik.
“Kehadiran Unit Layanan Disabilitas ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan. MAN 2 Kudus berkomitmen menghadirkan lingkungan yang inklusif, ramah, dan tanpa diskriminasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara berbagai pihak di lingkungan Kementerian Agama semakin kuat dalam mewujudkan layanan yang inklusif, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

