Perkuat Komitmen Menuju WBBM, Tim ZI MAN 2 Kudus Ikuti Pembinaan Satker Zona Integritas Kemenag RI
Bogor – Perwakilan Tim Zona Integritas (ZI) MAN 2 Kudus mengikuti kegiatan pembinaan satuan kerja Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBK) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Nemuru Grand Bhuvana Ciawi, Jalan K.H. R.M. Toha No. 487, Ciawi, Kabupaten Bogor.
MAN 2 Kudus mengirimkan lima perwakilan dalam kegiatan tersebut, terdiri atas Kepala Tata Usaha, Evy Shofiana serta empat anggota Tim Zona Integritas. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya madrasah untuk memperkuat komitmen dan meningkatkan kualitas pelaksanaan pembangunan Zona Integritas, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan pada Rabu pagi (28/10/2026). Selanjutnya, peserta mengikuti pemaparan materi substansial mengenai penguatan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Dalam sesi pembinaan tersebut, dua narasumber, Ainun Habibah, S.I.P. dan Fernando Silalahi, S.Ak., memberikan pembekalan terkait strategi penguatan pembangunan Zona Integritas. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pelaksanaan ZI. Pembangunan Zona Integritas tidak cukup hanya berorientasi pada kelengkapan dokumen dan pemenuhan persyaratan administratif, tetapi harus mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain penguatan substansi pembangunan ZI, peserta juga mendapatkan arahan teknis mengenai pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE), penyusunan rencana aksi yang berlandaskan isu-isu strategis, serta pengelolaan data pengaduan masyarakat. Pembinaan turut membahas strategi menghadapi tahapan wawancara dan observasi lapangan yang dilakukan oleh Tim Penilai Nasional (TPN).
Berbagai materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi satuan kerja dalam memetakan capaian, mengidentifikasi area yang masih perlu diperbaiki, serta menyusun langkah-langkah perbaikan secara terukur dan berkelanjutan. Dengan demikian, pembangunan Zona Integritas dapat dilaksanakan secara lebih substantif dan tidak berhenti pada pemenuhan indikator penilaian semata.
Bagi MAN 2 Kudus, keikutsertaan dalam kegiatan pembinaan ini menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman sekaligus menyelaraskan strategi pembangunan Zona Integritas dengan kebijakan Kementerian Agama. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penguatan koordinasi tim, penyempurnaan rencana aksi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada warga madrasah dan masyarakat.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, MAN 2 Kudus terus berupaya membangun budaya kerja yang berintegritas, profesional, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diharapkan menjadi landasan dalam mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih serta pelayanan publik yang semakin berkualitas sebagai bagian dari perjalanan menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

