MAN 2 Kudus
News

Teater Sate Madu MAN 2 Kudus Tampilkan “Penunggu Waktu” dalam Festival Teater Pelajar XVI Tahun 2026

Kudus – Sanggar Teater MAN 2 Kudus, Teater Sate Madu, menampilkan lakon Penunggu Waktu dalam ajang Festival Teater Pelajar (FTP) XVI Tahun 2026 pada Kamis (15/10/2026). Pementasan yang berlangsung di Auditorium MAN 2 Kudus ini diselenggarakan oleh Teater Djarum Award sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas dan menunjukkan kemampuan di bidang seni teater.

Festival Teater Pelajar XVI Tahun 2026 diikuti oleh 15 kelompok tingkat SMA/SMK/MA dan 21 kelompok tingkat SMP/MTs. Babak penyisihan berlangsung pada 9–17 Oktober 2026. Dari seluruh peserta kedua jenjang, hanya 10 kelompok yang akan dipilih untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan berlangsung pada 19–22 November 2026.

Teater Sate Madu mendapat jadwal pementasan tanggal 15 Oktober 2026, dimulai pukul 14.00 WIB dan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara serta sambutan Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan dan apresiasi kepada para murid yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti festival tersebut. Ia berharap keikutsertaan Teater Sate Madu dapat menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi, melatih kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat berprestasi.

Ali Musyafak juga mendorong para murid agar berani berkarya, terus belajar, dan menjadikan setiap kesempatan sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan. Menurutnya, prestasi tidak hanya dibangun melalui bidang akademik, tetapi juga melalui kreativitas, seni, dan kegiatan positif lainnya.

Memasuki acara inti, Teater Sate Madu menampilkan lakon Penunggu Waktu selama kurang lebih 45 menit. Pementasan ini mengangkat kisah tentang kesetiaan seorang istri yang memilih tetap tinggal di desa meskipun anaknya mengajaknya pindah ke kota. Kedekatannya dengan makam sang suami serta jam peninggalan suaminya menjadi alasan kuat bagi tokoh tersebut untuk mempertahankan pilihannya. Kisah ini menyampaikan pesan tentang kesetiaan, kenangan, ikatan emosional, dan makna waktu dalam kehidupan manusia.

Pementasan disutradarai oleh Ika Dian Nilasari, S.Pd., dengan Zefir dari kelas X.12 sebagai pimpinan produksi. Sebanyak 45 murid kelas X dan XI terlibat sebagai kru dalam proses persiapan hingga pelaksanaan pementasan.

Adapun para pemeran dalam lakon Penunggu Waktu adalah Sierra dari kelas XI.14 sebagai Bu Wiryo, Andika dari kelas XI.6 sebagai Pak Lek, Mim Bina dari kelas X.12 sebagai Rani, Khoirul Azam dari kelas XI.7 sebagai Penunggu Jam, serta Tsania dari kelas XI.10 sebagai Tukang Servis Jam.

Usai pementasan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi evaluasi dan penyampaian masukan dari dewan juri. Penampilan Teater Sate Madu mendapatkan tanggapan positif. Dewan juri mengapresiasi persiapan yang sangat matang, kualitas artistik yang bagus, serta keaktoran para pemain yang seimbang dan konsisten. Dewan juri kategori SMA/SMK/MA terdiri atas Wijayanto, Luna Kharisma, dan Yogi Swara Manitis Aji.

Dukungan madrasah terhadap partisipasi Teater Sate Madu menjadi bagian dari upaya MAN 2 Kudus dalam memberikan ruang bagi murid untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya. Melalui lakon Penunggu Waktu, para murid tidak hanya belajar tentang seni pertunjukan, tetapi juga tentang kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian menyampaikan pesan melalui karya seni.

Keikutsertaan dalam festival ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi Teater Sate Madu untuk terus berkembang dan meraih prestasi, sekaligus mengharumkan nama MAN 2 Kudus melalui bidang seni dan budaya.

4.29/5 (7)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

♿