MAN 2 Kudus
News

MAN 2 Kudus Gelar Diseminasi dan Bimtek Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta

Kudus – MAN 2 Kudus menggelar kegiatan Diseminasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi MA se-KKM MAN 2 Kudus pada Jumat–Sabtu, 20 dan 21 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium OST Lantai 4 MAN 2 Kudusdan diikuti oleh para guru serta perwakilan madrasah se-kabupaten Kudus.

Acara dibuka dengan pembacaan mahalul qiyam, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Rayadan Mars Madrasah. Kegiatan secara simbolis dibuka oleh Shony Wardana selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus.

Dalam sambutannya, Shony Wardana menekankan pentingnya peningkatan mutu lulusan madrasah.

“Mutu lulusan sangat ditentukan oleh input siswa. Menyelenggarakan seleksi dan menyaring input yang baik akan menentukan mutu kelulusan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa SDM sangat mempengaruhi dalam proses pendidikan dan menjadi faktor penting dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. Selain itu, ia menyoroti pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan 5 Panca Cinta, dukungan fasilitas ruang kelas agar guru dapat mendesain pembelajaran yang kreatif, serta kebijakan institusional internal yang selaras dengan peningkatan mutu.

“Ketika kebijakan mendukung proses dan mutu lulusan, maka akan terwujud mutu lulusan yang baik sebagaimana yang kita harapkan. Seluruh stakeholder madrasah harus bersatu padu untuk menjadi madrasah maju,” ujarnya.

Menurutnya, mutu lulusan menjadi hal utama karena berdampak pada tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan pendidikan.

Sebelum memasuki inti materi, Juair selaku perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah memberikan penguatan tentang Kurikulum Berbasis Cinta. Ia menegaskan bahwa inti dari KBC adalah soul atau jiwa dalam proses pendidikan.

KBC bukan sekadar perangkat administrasi, tetapi ruh yang menghidupkan pembelajaran. Nilai cinta menjadi fondasi utama dalam membangun karakter peserta didik, meliputi cinta kepada Allah SWT, cinta kepada sesama, cinta kepada ilmu, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan tanah air. Dengan jiwa inilah pendidikan madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter.

Materi selanjutnya disampaikan oleh narasumber nasional pakar KBC, yakni Siswanto dan Shofa Sholahudin. Keduanya memaparkan konsep dasar KBC, strategi integrasi nilai cinta dalam setiap mata pelajaran, hingga praktik implementasinya di kelas.

Peserta juga berkesempatan mendapatkan keterampilan dalam menyusun metode pembelajaran berbasis digital yang terintegrasi nilai KBC. Guru dilatih untuk mendesain perangkat ajar kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan ruh pendidikan berbasis cinta.

Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, menyampaikan komitmennya terhadap implementasi kurikulum ini.

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya program, tetapi gerakan bersama untuk menghadirkan pendidikan yang berjiwa dan bermakna. Kita ingin setiap proses pembelajaran memiliki ruh, tidak hanya transfer ilmu, tetapi juga penanaman nilai,” ungkapnya.



Ia berharap melalui kegiatan ini seluruh MA se-KKM MAN 2 Kudus mampu mengimplementasikan KBC secara nyata di ruang-ruang kelas sehingga terwujud madrasah yang unggul, berkarakter, dan dicintai masyarakat.

Dengan terselenggaranya diseminasi dan bimtek ini, MAN 2 Kudus menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu lulusan melalui pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan nilai dan jiwa cinta

5/5 (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *