MAN 2 Kudus
InspirasiNews

Karya Siswa MAN 2 Kudus Tembus Pasar Nasional Lewat Novel “Rantai Altara”

Kudus – Mengawali tahun 2026, siswi MAN 2 Kudus kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang literasi. Kali ini, prestasi tersebut datang dari dunia kepenulisan melalui peluncuran novel petualangan fantasi berjudul Rantai Altara: Cahaya, Kegelapan, Kekosongan, karya Bening Cita Maharsi, siswa kelas XI-11 Jurusan IPS MAN 2 Kudus, Selasa (13/1).

Bening Cita Maharsi merupakan salah satu anggota aktif FORLIKU (Forum Literasi MAN 2 Kudus), wadah pengembangan minat dan bakat literasi siswa. Berusia 17 tahun yang lahir di Pekalongan ini dikenal konsisten menekuni dunia tulis-menulis, khususnya cerpen dan novel bergenre fantasi. Sepanjang tahun lalu, Bening beberapa kali mewakili MAN 2 Kudus sebagai finalis dalam berbagai ajang literasi nasional, di antaranya Gerakan Menulis Buku Nasional yang diselenggarakan Nyalanesia, Gerakan Menulis Novel dan Puisi Nasional 2025, serta Festival Literasi Keagamaan yang digelar oleh Kementerian Agama.

Rantai Altara menjadi novel pertama Bening yang dipasarkan secara luas dan dijual secara daring melalui media sosial, yakni akun TikTok dan Instagram @rantaialtara. Novel ini resmi diluncurkan dan mulai dipasarkan ke seluruh Indonesia sejak 9 Januari 2026. Diterbitkan oleh Zahira Media Publisher, karya tersebut langsung mendapat sambutan positif dari pembaca. Tingginya antusiasme terlihat dari banyaknya audiens yang tertarik saat cuplikan cerita (thriller) dipromosikan melalui media sosial. Bahkan, sejumlah pembaca telah melakukan pemesanan sejak satu bulan sebelum tanggal peluncuran resmi.

Pembaca Rantai Altara berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kudus, Pekalongan, Jakarta, Brebes, Demak, Banyumas, Banjarnegara, Temanggung, Cirebon, Semarang, Tegal, Jember, hingga Kalimantan. Hal ini menunjukkan jangkauan karya siswa MAN 2 Kudus yang mampu menembus pasar literasi nasional.

Novel Rantai Altara merupakan buku pertama dari trilogi Altara yang mengisahkan petualangan seorang remaja perempuan bernama Salune Astrae. Tokoh utama ini menjalani perjalanan panjang dalam menemukan jati diri sekaligus mengungkap rahasia kelam keluarganya. Sosok Salune yang semula merasa terasing dan ditolak oleh keluarga serta lingkungan sosial karena dianggap berbeda, justru tumbuh menjadi pemimpin yang berani membuka misteri besar Rantai Altara.

Novel setebal 409 halaman ini menyajikan alur cerita penuh aksi dan pertarungan menegangkan, diperkaya dengan berbagai plot twist yang mengejutkan pembaca dari awal hingga akhir. Tidak hanya itu, kisah ini juga dibalut dengan nuansa keharuan keluarga serta sentuhan romantika remaja yang membuat cerita terasa lebih hidup dan emosional. “Novel ini saya persembahkan untuk siapa saja yang sedang mencari jati diri, melawan kelam masa lalu, dan menemukan cahaya dalam hidupnya sendiri,” ungkap Bening.

Sebagai bentuk kontribusi bagi madrasah, Bening Cita Maharsi secara simbolis menyerahkan buku novel Rantai Altara kepada Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, serta menyerahkannya ke Perpustakaan Harun Al Rasyid. Penyerahan buku tersebut didampingi oleh Pembina FORLIKU, Widya Hastuti Ningrum. Dengan adanya koleksi ini, diharapkan seluruh siswa MAN 2 Kudus dapat mengakses dan membaca karya sastra hasil kreativitas teman sebaya mereka, sekaligus menumbuhkan semangat literasi di lingkungan madrasah.

Prestasi yang diraih Bening Cita Maharsi menjadi bukti bahwa MAN 2 Kudus tidak hanya unggul di bidang akademik serta riset, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, produktif, dan berdaya saing di dunia literasi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi siswa lainnya untuk berani berkarya, mengasah potensi diri, dan terus berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.

5/5 (5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *