MAN 2 Kudus Jadi Rujukan Nasional, Rombongan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Gorontalo Studi Tiru Zona Integritas WBK
Kudus – MAN 2 Kudus menerima kunjungan istimewa dari rombongan luar pulau dalam rangka studi tiru implementasi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Kegiatan berlangsung di Laboratorium 4 OST MAN 2 Kudus dengan penuh khidmat dan semangat berbagi ilmu (8/4).
Rombongan yang hadir berasal dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, dipimpin oleh Prof. H.C. Dr. Kaswat Sartono bersama Ketua DWP Hj. Suriani Yahya. Turut hadir pula sejumlah pejabat penting, di antaranya H. Mahmud Bobihu, Dr. Masjrul Janto Usman, serta para Kepala Kantor Kementerian Agama dari berbagai kabupaten/kota di Gorontalo, kepala madrasah yang terdiri dari semua kepala MIN, MTsN, MA, kasubag tata usaha, dan perwakilan pengawas se-provinsi Gorontalo sejumlah 68 orang
Kegiatan diawali dengan lantunan sholawat, mahalul qiyam, dan sholawat Ya Muhaimin yang menambah suasana religius dan penuh keberkahan. Dalam sambutannya, perwakilan rombongan Gorontalo menyampaikan rasa bahagia dan antusias dapat berkunjung langsung ke MAN 2 Kudus untuk menimba ilmu terkait pembangunan Zona Integritas WBK.
Secara khusus, Kaswat Sartono menyampaikan apresiasi mendalam terhadap atmosfer pendidikan di MAN 2 Kudus. Ia menuturkan, “Melalui keberkahan pendidikan, madrasah ini harus ‘dibawa’ ke Gorontalo. Bukan dalam arti fisik bangunannya, tetapi nilai, pengalaman, serta desain pendidikannya yang mampu menginspirasi dan merangsang kemajuan. Inilah yang ingin kami pelajari dan adaptasi, agar semangat dan kualitasnya dapat kami kembangkan di daerah kami.”
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Shony Wardana yang mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Kudus, meskipun merupakan kabupaten kecil, memiliki potensi madrasah yang besar dengan total 379 RA, MI, MTs, dan MA serta jumlah peserta didik hampir mencapai 80.000 siswa. Madrasah, menurutnya, telah menjadi pilihan utama masyarakat, dengan ciri khas kuat pada nilai-nilai keagamaan. Ia juga menambahkan bahwa sholawat membawa keberkahan serta menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan terdapat kekurangan.
Sebagai tuan rumah, Ali Musyafak turut memberikan sambutan dengan mengusung tagline “Bahagia”. Ia menjelaskan implementasi nilai “Bahagia” dalam budaya kerja dan pelayanan di MAN 2 Kudus sebagai bagian dari upaya membangun Zona Integritas yang berkelanjutan.
Acara dilanjutkan dengan penukaran cinderamata sebagai simbol silaturahmi dan kerja sama. Memasuki sesi inti, kegiatan Focus Group Discussion (FGD) digelar dengan agenda tanya jawab seputar strategi dan implementasi Zona Integritas menuju WBK di MAN 2 Kudus. Diskusi dipandu oleh Azhar Latif bersama Evy Shofiana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antar instansi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

