Jenius! Siswa di Kudus Bikin Bahan Pesawat Dari Sekam Padi


(Dian Utoro Aji – detikInet)

Siswa MAN 2 Kudus berhasil menciptakan bahan penyusun pesawat terbang dari sekam padi. Karyanya diganjar juara 3 lomba karya ilmiah remaja oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dia adalah Mochamad Sutrimo Raharjo kelas 12 IPA MAN 2 Kudus. Dia berhasil menciptakan bahan alternatif yang bisa digunakan sebagai penyusun pesawat terbang. Penelitiannya berjudul ‘Sintesis nanokomposit Graphene – Carbon Quantum Dots (G-CODs) dari grafit dan sekam padi sebagai alternatif material pesawat terbang’.

Sutrimo mengatakan, bahwa selama ini bahan yang digunakan untuk penyusun pesawat terbang berasal dari bahan tambang. Bahan tersebut terbilang barang yang tidak bisa diperbarui. Sehingga dirinya menciptakan alternatif bahan untuk pesawat terbang. “Jadi selama ini pesawat terbang berasal dari tambang, itu kan bahan yang tidak bisa diperbarui. Sehingga penelitian kami material menggunakan bahan yang dapat diperbarui. Sehingga kita gunakan sebagai alternatif bahan pesawat,” kata Sutrimo saat ditemui di MAN 2 Kudus, Kamis (26/11/2020).

Sutrimo mengatakan, untuk bisa terbang pesawat membutuhkan material yang kuat, elastis dan ringan. Sehingga kemudian dia memunculkan untuk membuat bahan material pesawat dari sintesis sekam padi dan grafit yang biasanya dapat ditemui pada pensil. “Di sini kami menawarkan tentang material pesawat terbang. Jadi kita membuat komposit yang berasal dari sintesis sekam padi kita memanfaatkan limbah padi dan grafit yang berupa isi pulpen,” ujar anak nomor 2 dari dua bersaudara.

Caranya, kata dia pertama limbah alam berupa sekam padi dibersihkan terlebih dahulu. Setelah kering dilakukan pengarangan sekam padi. Arang sekam padi itu dilakukan sintesis untuk membuat karbon. “Selanjutnya graphene berupa grafit kemudian kita sintesa untuk memisahkan antar lapisan grafit. Sehingga akan didapatkan satu lapis graphene yang memiliki kekuatan 200 kali lebih kuat dari baja,” sambungnya.

Sutrimo mengatakan penelitiannya itu berhasil mendapatkan juara 3 di ajang yang diselenggarakan oleh LIPI. “Ke depan untuk dilakukan sebagai bahan perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut,” ujar Sutrimo.

Terpisah guru pembimbing, Fatkhiyatus Sa’adah menjelaskan bahan untuk pesawat biasanya menggunakan karbon. Kata dia sumber karbon juga berasal dari tanaman. Dalam hal ini, kata dia tanaman yang digunakan adalah sekam padi. “Bahan pesawat biasanya dari karbon, sumber karbon ada di tanaman, kenapa ada di tanaman sekam padi. Karena sekam padi ini punya kandungan selulosa yang tinggi dan banyak didapatkan di wilayah Indonesia, seperti di Kudus,” kata dia saat ditemui di MAN 2 Kudus.

“Sekam padi diarangkan, karbonisasi dalam ruang tertutup, akhirnya jadi ini. Lebih kuat (dibanding baja) dan efektif dari segi biayanya,” ungkap Fatkhiya.

Dia pun bersyukur karena siswanya mampu meraih prestasi di kancah nasional tersebut. Dia berharap prestasi tersebut agar bisa menginspirasi siswa lainnya. “Saya merasa bangga dan senang, saya berharap ini juga menjadi motivasi teman-teman siswa yang lainnya,” Fatkhiya menambahkan.

5/5 (4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *