MAN 2 Kudus Borong Sembilan Emas di Ajang POPDA

Kudus – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus mengikuti ajang IFSA (Indonesia Fun Science Award 2020) untuk yang pertama kalinya. Ajang IFSA merupakan kompetisi penelitian ilmiah pertama di Indonesia yang menantang para pesertanya untuk berlomba membuat penelitian unik, lucu, serta dapat diterapkan dengan mudah baik di bidang ilmu sains, teknik, maupun sosial (Natural Science, Engineering, and Social). Setiap proses penelitian di kompetisi ini harus mengikuti kaidah ilmiah yang sudah ditetapkan serta dapat dipertanggungjawabkan. Indonesian Fun Science Award 2.0 ini diselenggarakan oleh Swiss German University yang diikuti oleh siswa sekolah umum dan madrasah se-Indonesia.

Tim MAN 2 Kudus mengirimkan beberapa delegasi dengan menyajikan ide yang unik, lucu, sekaligus ilmiah. Satu tim MAN 2 Kudus yang lolos ke 20 besar adalah tim yang beranggotakan Lubna Rihadatul Aisy dan Rima Ayu Damayanti, siswi MAN 2 Kudus kelas XI IPA 6. Mereka berdua meneliti tentang “Membuktikan Mitos : Ditunjuk Guru Matematika Membuat Siswa Mendadak Mulas”. Di dalam penelitiannya, Rima dan Lubna menemukan bahwa ada korelasi yang tinggi antara rasa mulas dengan ditunjuk guru matematika untuk maju mengerjakan soal di depan kelas. Beberapa alat ukurnya adalah menggunakan form kuisioner, alat ukur tekanan darah, dan alat ukur detak jantung. Ketika ditanya tentang implikasi dari hasil penelitiannya, Lubna dan Rima memaparkan, “Sebenarnya rasa mulas ini bisa dihindari dengan cara menenangkan pikiran dan persiapkan materi dengan baik. Dengan cara tersebut pasti tekanan darah dan detak jantung kita normal sehingga tidak perlu lagi ada rasa mulas-mulas waktu ditunjuk guru”.

Penelitian ini memerlukan beberapa tahapan yang harus dilalui selama proses penelitian dilakukan. Di antaranya adalah penyempurnaan naskah, pembuatan poster, presentasi hasil penelitian secara daring, serta menyebarkan “virus penelitiannya” melalui sosial media Instagram. Berbekal visi MAN 2 Kudus yaitu terampil dalam teknologi, tim ini berkarya sangat cerdas dalam membuat presentasi dan bergerak sangat cepat dalam “berburu poin” dalam sosial media. Hasilnya pun patut diacungi jempol. Pada tanggal 22 April 2020 tim ini mendapatkan gelar “Most Favorite Social Media” dalam Ajang IFSA 2.0 tahun 2020 tingkat Nasional. Harapannya tim MAN 2 Kudus terus bisa menyumbangkan ide-ide unik khas siswa untuk bersaing di ajang yang sama dan memperoleh prestasi yang lebih gemilang. Raihan prestasi ISFA ini tidak lepas dari bimbingan tim riset, Ardian Awaludin, M.Si dan Munirotun Roiyana, M.Si.

Kepala MAN 2 Kudus, Drs. H. Shofi, M.Ag. menyambut gembira dan bersyukur atas raihan prestasi yang dicapai oleh tim ISFA MAN 2 Kudus. Terampil dalam teknologi yang merupakan salah satu visi MAN 2 Kudus telah diwarnai dengan raihan prestasi tiap tahunnya, baik tingkat nasional maupun internasional.

(Wartamandaku/Widya/2020)

5/5 (3)

One thought on “MAN 2 Kudus Borong Sembilan Emas di Ajang POPDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *